Rabu, 08 Januari 2014

LIKUIDASI PERSEKUTUAN SECARA BERANGSUR


A.      Pengertian Likuidasi
Likuidasi seperti telah dijelaskan pada bab sebelumnya merupakan proses pembubaran persekutuan ditandai penjualan aktiva non-kas dari persekutuan karena perusahaan persekutuan sudah tidak memungkinkan untuk melunasi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjangnya dan operasional perusahaan juga sudah tidak menguntungkan sehingga terjadi pengunduran diri semua sekutu dan pembubaran perusahaan persekutuan.
Jadi likuidasi yaitu proses penjualan aktiva non-kas dari persekutuan karena perusahaan persekutuan sudah tidak memungkinkan untuk melunasi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjangnya dan operasional perusahaan juga sudah tidak menguntungkan.

B.       Tujuan Likuidasi
ü  Mengkonversi aktiva perusahaan menjadi uang tunai dengan kerugian minimum dari realisasi aktiva.
ü  Untuk menyelesaikan kewajiban yang sah dari persekutuan.
ü  Untuk membagikan uang tunai dan aktiva lain yang tidak dapat dicairkan kepada masing-masing sekutu dengan cara yang adil.
Tujuan fungsi akuntansi yang terkait dengan likuidasi adalah untuk menyajikan informasi yang memadai agar aktiva dapat dibagikan secara adil kepada kreditor dan sekutu dengan memperhatikan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian terjadi pergeseran dari pengukuran rugi laba periodik menjadi penentuan realisasi keuntungan dan kerugian.

C.      Asumsi Dasar: Solvensi vs Insolvensi Persekutuan
Likuidasi akan terjadi pada persekutuan yang solven dan tidak solven (insolven). Persekutuan dianggap tidak solven apabila aktiva tercatat tidak memadai untuk melunasi kewajiban persekutuan yang ada. Hal ini merupakan pendekatan entirtas terhadap masalah insolvensi.
Dari segi hukum insolvensi persekutuan dilihat dari sisi agregat/ kumpulan yaitu persekutuan yang dinyatakan tidak solven jika harta masing-masing sekutu ditambah harta persekutuan tidak mencukupi untuk melunasi kewajiban persekutuan.
D.      Pengertian Likuidasi Berangsur
Di dalam penjualan aktiva non-kas ini dalam kenyataannya tidak mudah karena banyak pihak persekutuan maupun pihak pembeli tidak mau rugi sehingga harus setiap aktiva yang akan dijual diperhitungkan dengan akurat dan teliti. Dengan demikian membutuhkan waktu lama sehingga likuidasi untuk sementara bisa dilakukan dengan aktiva non-kas yang telah diketahui harganya secara pasti, kemudian baru menyusul realisasi aktiva non-kas yang lain pada periode berikutnya. Oleh karena itu likuidasi dilakukan secara bertahap/ berangsur dalam kurun waktu berbulan-bulan bahkan sampai satu tahun.

Maka pengertian likuidasi secara berangsur yaitu likuidasi yang nilai realisasi non-kasnya diketahui secara bertahap sehingga realisasinya juga dilakukan secara berangsur. Proses realisasi kadang memakan waktu lama karena memerlukan prediksi dan proyeksi yang akurat untuk harga realisasi. Oleh karena itu pembagian kas dapat dilakukan sebelum selesainya realisasi. Setelah semua hutang kepada pihak ketiga berarti ada sisa kas lagi yang dapat dibagi dan menjadi hak sekutu.
Kemudian untuk menentukan besarnya pembagian kas ada dua cara, yaitu:
1.    Membuat perhitungan pembagian
2.    Membuat program pembagian kas

E.       Prosedur Perhitungan Pembagian Kas
Prosedur yang harus dilakukan dalam perhitungan pembagian kas:
1.    Mencatat realisasi aktiva non kas yang berhasil dijual.
2.    Membebankan laba atau rugi akibat realisasi aktiva non kas kepada modal masing-masing anggota.
3.    Melunasi hutang-hutang dengan menggunakan kas yang ada.
4.    Apabila ada sebagian aktiva non kas yang belum berhasil dijual, maka dianggap suatu kerugian dan membebankan kerugian tersebut kepada para anggota.
5.    Apabila ada biaya likuidasi yang timbul , biaya tersebut dibebankan kepada para anggota sesuai dengan perbandingan pembagian laba rugi.
6.    Membagikan kas yang ada sebagai pengembalian modal kepada anggota- anggota yang mempunyai rekening modal bersaldo kredit ( tidak defisit ).



Contoh:
Fa. “ABCD”
Neraca
Per 31 Desember 2000
Kas
     80.000.000
Hutang dagang
     25.000.000
Piutang
     20.000.000
Hutang pada Tn A
     75.000.000
Persediaan
   200.000.000
Hutang pada Tn B
     50.000.000
Aktiva tetap
   700.000.000
Modal A ( 30 % )
   200.000.000


Modal B ( 20 % )
   175.000.000


Modal C ( 25 % )
   215.000.000


Modal D ( 25 % )
   260.000.000
 
1.000.000.000

1.000.000.000

Likuidasi Firma dilakukan secara berangsur yang terdiri dari tahapan sebagai berikut:
a.    Januari 2001
-     Piutang berhasil ditagih sebesar Rp 17.500.000,00
-     Aktiva tetap yang harga pokoknya Rp 250.000.000,00 berhasil dijual seharga Rp 300.000.000,00
b.    Maret 2001
-     Persediaan yang harga pokoknya Rp 180.000.000,00 laku dijual seharga Rp 225.000.000,00
c.    Mei 2001
-     Sisa persediaan yang belum tertagih dihapuskan
-     Piutang yang belum ditagih dihapuskan
-     Sisa aktiva tetap laku dijual seharga Rp 400.000.000,00
Bahasan:
Realisasi tahap I
Realisasi piutang                            17.500.000
Realisasi Aktiva Tetap                 300.000.000   
Kas hasil realisasi                         317.500.000
Laba realisasi aktiva tetap : ( 300.000.000 – 250.000.000 ) = 50.000.000
Dibagikan kepada anggota :
A = 30 % X 50.000.000 = 15.000.000
B = 20 % X 50.000.000 = 10.000.000
C = 25 % X 50.000.000 = 12.500.000
D = 25 % X 50.000.000 = 12.500.000
Jurnal realisasi tahap I:
Kas                                   317.500.000
Piutang dagang                                   17.500.000
Aktiva tetap                                      250.000.000
Modal A                                             15.000.000
Modal B                                              10.000.000
Modal C                                              12.500.000
Modal D                                             12.500.000

Pelunasan hutang – hutang Firma:
Hutang dagang                25.000.000
Hutang dagang A                        75.000.000
Hutang dagang B             50.000.000
Kas                                                      150.000.000

Aktiva non kas yang belum terjual dianggap sebagai kerugian :
Aktiva non kas                             920.000.000
Yang terealisasi                            267.500.000
  Yang belum terealisasi               652.500.000

Modal A
(30%)
Modal B
(20%)
Modal C
(25%)
Modal D
(25%)
Saldo 1 Jan
Laba realisasi 1
200.000.000
15.000.000
175.000.000
10.000.000
215.000.000
12.500.000
260.000.000
12.500.000

Rugi aktiva non kas blm realisasi
215.000.000

(195.750.000)
185.000.000

(130.500.000)
227.500.000

(163.125.000)
272.500.000

(163.125.000)
Saldo 31 Jan
19.250.000
54.500.000
64.375.000
109.375.000
Membagi kas yang ada :
Modal A                             19.250.000
Modal B                             54.500.000
Modal C                             64.375.000
Modal D                           109.375.000
Kas                                                      247.500.000
Realisasi tahap II
Realisasi persediaan                            225.000.000
Harga pokok persediaan                      180.000.000
Laba realisasi                                         45.000.000

Jurnal realisasi tahap II :
Kas                                   225.000.000
Persediaan                                           180.000.000
Modal A                                                13.500.000
Modal B                                                  9.000.000
Modal C                                                11.250.000
Modal D                                                11.250.000

Aktiva non kas yang belum terjual dianggap sebagai kerugian :
Aktiva non kas                             652.500.000
Yang terealisasi                            180.000.000
Yang belum terealisasi                 472.500.000



Modal A
(30%)
Modal B
(20%)
Modal C
(25%)
Modal D
(25%)
Saldo 1 Jan
Pembagian tahap 1
200.000.000

(19.250.000)
175.000.000

(54.500.000)
215.000.000

(64.375.000)
260.000.000

(109.375.000)
Bagian laba realisasi
Tahap I
Tahap II
180.750.000

15.000.000
13.500.000
120.500.000

10.000.000
9.000.000
150.625.000

12.500.000
11.500.000
150.625.000

12.500.000
11.250.000

Rugi aktiva non kas blm realisasi
209.250.000

(141.750.000)
139.500.000

(94.500.000)
174.375.000

(118.125.000)
174.375.000

(118.125.000)
Saldo 31 Maret
67.500.000
45.000.000
56.250.000
56.250.000
Membagi kas yang ada :
Modal A                             67.500.000
Modal B                             45.000.000
Modal C                             56.250.000
Modal D                             56.500.000
Kas                                                      225.000.000
Realisasi tahap III
Piutang yang belum tertagih                                         2.500.000
Persediaan yang belum terjual                         20.000.000
Dihapuskan                                                                 22.500.000

Realisasi aktiva tetap                           400.000.000
Harga pokok aktiva tetap                    450.000.000
Rugi realisasi                                         50.000.000

Total kerugian : 22.500.000 + 50.000.000 = 72.500.000
Jurnal realisasi tahap III :
Kas                                   400.000.000               
Modal A                             21.750.000
Modal B                             14.500.000
Modal C                             18.125.000
Modal D                             18.125.000
Piutang dagang                                       2.500.000
Persediaan                                             20.000.000
Aktiva tetap                                        450.000.000




Modal A
(30%)
Modal B
(20%)
Modal C
(25%)
Modal D
(25%)
Saldo 1 Jan
Pembagian thp I
Pembagian thp II
200.000.000
(19.250.000)
(67.500.000)
175.000.000
(54.500.000)
(45.000.000)
215.000.000
(64.375.000)
(56.250.000)
260.000.000
(109.375.000)
(56.250.000)
Bagian laba realisasi
Tahap I
Tahap II
Tahap III
113.250.000

15.000.000
13.500.000
(21.750.000)
75.500.000

10.000.000
9.000.000
(14.500.000)
94.375.000

12.500.000
11.250.000
(18.125.000)
94.375.000

12.500.000
11.250.000
(18.125.000)
Saldo 31 Mei
120.000.000
80.000.000
100.000.000
100.000.000
Membagi kas yang ada :
Modal A                             120.000.000
Modal B                               80.000.000
Modal C                             100.000.000
Modal D                             100.000.000
Kas                                                      400.000.000

Sumber:

1 komentar:

  1. mau nanya ,bisa dapet aktiva non kas 920 jt ,yang terrealisasi 267.500 jt ,yang belum terrealisasi 652.500 juta dan angka 195.750 juta itu semua bisa dapet angkanya dari mana ? terima kasih

    BalasHapus